Demo image Demo image Demo image Demo image Demo image Demo image Demo image Demo image

Riau

  • Minggu, 14 April 2013
  • Unknown
  • Label:


  • Senjata
    Badik Tumbuk Lada ialah sejenis senjata Melayu tradisional dari daerah Sumatera, Kepulauan Riau dan Semenanjung Tanah Melayu. Bentuk bilah senjata ini seakan badik dari Sulawesi, tetapi bentuk sarungnya berbeza. Pada pangkal sarung Tumbuk Lada terdapat bonjolan bundar yang selalunya dihias dengan ukiran yang dipahat. Sarung senjata ini selalunya dilapis dengan kepingan perak yang diukir dengan pola-pola rumit.
    Senjata ini tergolong dalam jenis senjata pendek dengan mata pada sebelah bilah sahaja dan boleh diguna secara tunggal ataupun berpasangan.


    Senjata Tradisional Riau

    Panjang bilah tumbuk lada sekitar 27 cm hingga 29 cm. Lebar bilahnya sekitar 3.5 cm hingga 4 cm. Dari tengah bilah sampai ke pangkalnya terdapat alur yang dalam yang kadang-kala disapu racun berbisa.
    Selain keris, Tumbuk Lada pada zaman dulu juga menjadi salah satu kelengkapan pakaian adat di Kepulauan Riau, Deli, Siak dan Semenanjung Tanah Melayu.
    Tumbuk Lada digunakan secara menikam, menghiris dan menjajah dalam pertempuran jarak dekat. Ia boleh dipegang dengan dua jenis genggaman iaitu dengan mata keatas ataupun mata ke bawah. Seorang yang ahli dalam permainan tumbuk lada mampu menukar genggaman senjata ini ketika bertemput bagi mengelirukan musuh.

    Rumah Adat
    Rumah Selaso Jatuh Kembar

    Rumah Adat Riau diinterpresentasikan dengan nama Selaso Jatuh Kembar atau biasa disebut juga dengan Salaso Jatuh kembar. Pada tahun 1971 Gubernur Riau Arifin Ahmad membentuk tim 9 yang berisikan Budayawan dan pemikir Melayu, tim 9 ini bertugas untuk membuat dan mendesain Rumah Adat Riau yang dijadikan Anjungan di Taman Mini Indonesia Indah (TMII). Tim 9 bekerja dengan melakukan riset keliling Riau, hingga kemudian lahirlah dan muncul sebuah Rumah yang kemudian menjadi Rumah Adat Riau dengan nama Selaso jatuh kembar. Rumah Selaso jatuh Kembar dipopulerkan oleh Gubernur Riau Imam Munandar sebagai Rumah Adat Riau.


    Rumah Adat-Rumah Selaso Jatuh Kembar

    Rumah Selaso Jatuh atau adalah bangunan seperti rumah adat tapi fungsinya bukan untuk tempat tinggal melainkan untuk musyawarah atau rapat secara adat. Balai Salaso Jatuh mempunyai selasar keliling yang lantainya lebih rendah dari ruang tengah, karena itu dikatakan Salaso Jatuh. Semua bangunan baik rumah adat maupun balai adat diberi hiasan terutama berupa ukiran. Di puncak atap selalu ada hiasan kayu yang mencuat keatas bersilangan dan biasanya hiasan ini diberi ukiran yang disebut Salembayung atau Sulobuyung yang mengandung makna pengakuan terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Selasar dalam bahasa melayu disebut dengan Selaso. Selaso jatuh kembar sendiri bermakna rumah yang memiliki dua selasar (selaso, salaso) yang lantainya lebih rendah dari ruang tengah.

    Lagu Tradisional
    1. Soleram
    Download Lagu Soleram >> http://www.4shared.com/get/pDyCJscO/soleram.html
    Lirik Lagu :
    Soleram
    Soleram
    Soleram
    Anak yang manis
    Anak manis janganlah dicium sayang
    Kalau dicium merah lah pipinya
    Satu dua
    Tiga dan empat
    Lima enam
    Tujuh delapan
    Kalau tuan dapat kawan baru sayang
    Kawan lama ditinggalkan jangan

    2. Pepaya mangga Pisang Jambu
    Download Lagu >> http://www.4shared.com/get/ctVcZgGR/03_Lg_Papaya_Mangga_Pisang_Jam.html
    Lirik Lagu :
    Pepaya mangga pisang jambu
    Dibawa dari pasar minggu
    Disana banyak penjualnya
    Dikota banyak pembelinya
    Papaya buah yang berguna
    Bentuknya sangat sederhana
    Pasanya manis tidak kalah
    Membikin badan sehat segar

    Pakaian Adat
    Pakaian adat Riau untulelaki baju Kurung Cekak Musang yang dilengkapi dengan kopiah. Kain samping yang terbuat dari kain tenun dari Siak, Indragiri, Daik, Terengganu, atau lainnya yang dibuat dan bermotifkan ciri khas budaya Melayu.


    Pakaian Adat Riau

    Sedangkan untuk perempuan adalah baju Kurung Kebaya Labuh dan Baju Kurung Teluk Belanga atau juga Baju Kurung Cekak Musang. Untuk kepala rambutnya disiput jonget, lintang, lipat pandan. Pada siput dihiasi dengan bunga melur, bunga cinga atau diberi permata. Kepala ditutup dengan selendang, dibelitkan keleher. Rambut tak tampak, dada tertutup.

    Tari Tradisional
    Joget Lambak atau joget dangkung merupakan suatu tarian yang cukup populer bagi masyarakat melayu. Dalam perkembangannya ,joget lambak ini telah berkembang didaerah Bintan, Batam, Moro dan tersebar luas diseluruh masyarakat Kepulauan Riau.
    Menurut sejarahnya, joget lambak memang sudah ada sejak dari zaman dahulu maupun sejak zaman kerajaan – kerajaan melayu Riau-Lingga . Joget Lambak ini juga merupakan rangkaian perjalanan dari kebudayaan melayu yang tidak lapuk oleh hujan dan tidak lekang oleh waktu. Gerak tariannya yang sangat lemah gemulai dan berlenggang menjadi khas suatu tanda, bahwa tarian ini tetap ada disepanjang zaman.


    Tari Tradisional Riau

    Pada umumnya lagu-lagu yang ditarikan dalam Joget Lambak adalah lagu atau irama joget seperti Serampang Laut, Anak Kala, Tanjung Katung dan juga lagu Dondang Sayang. Alat musik yang digunakan juga sangat sederhana seperti Biola, Gong atau Tetawak dan Gendang, suatu alat musik yang menjadi lambang kesenian tradisional melayu.

    0 komentar:

    Posting Komentar